Ethnomedicine of Traditional Medicinal Plants in Several Sub-Districts of North Buton Regency, Southeast Sulawesi, Indonesia

Authors

  • Fitriani Rasyid Mandala Waluya University, Kendari, Southeast Sulawesi, Indonesia
  • Lucky Andiska Mandala Waluya University, Kendari, Southeast Sulawesi, Indonesia
  • Mus Ifaya Mandala Waluya University, Kendari, Southeast Sulawesi, Indonesia
  • Rosdarni Mandala Waluya University, Kendari, Southeast Sulawesi, Indonesia

Keywords:

Citation Frequency, Ethnomedicine, Medicinal Plants, North Buton Regency, Snowball Sampling

Abstract

The utilization of natural materials such as plants as medicinal substances is called ethnomedicine. Ethnomedicine is
a method to document medicinal knowledge of local communities so that it can be scientifically recorded. This study
aimed to identify plant species, plant parts used, medicinal properties, processing methods, and traditional medicine
use by communities in several sub-districts of North Buton Regency. A quantitative approach with descriptive data
presentation and snowball sampling technique was employed. Data collection included interviews, observation, and
documentation from 51 informants (battra) in Kulisusu, West Kulisusu, and North Kulisusu Sub-Districts. Results
revealed 86 plant species from 40 families used for treating communicable and non-communicable diseases. The most
common plant part was leaves (65.1%), predominant processing method was boiling (55.8%), and the primary route
of administration was oral (69.7%). Turmeric (Curcuma longa L.) had the highest citation frequency (64.7%), while
gastric disorders (maag) were the most commonly treated condition (58.8%). Malvaceae was the dominant plant family
(9.3%). Conservation of medicinal plants and development of special processing methods are recommended for
sustainable utilization.

References

Alang, H., & Hastuti, M. S. Y. (2021). Inventarisasi tumbuhan obat sebagai upaya swamedikasi oleh masyarakat suku

Tolaki Desa Puundoho, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Jurnal Ilmiah Farmasi, 17(1), 19–33.

Andika, A., Arianto, W., Susatya, A., Endarwati, & Ningsih. (2021). Kajian etnomedisin tumbuhan obat suku Lintang

di Desa Rantau Kasai Kecamatan Lintang Kanan Kabupaten Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan. Journal

of Global Forest and Environmental Science, 1(1), 69–77.

Arafah, N., Uslinawati, Z., & De, L. (2022). Etnomedisin masyarakat Desa Roda dalam pemanfaatan tumbuhan obat di

Taman Suaka Margasatwa Tanjung Amolengo. Jurnal Kehutanan Indonesia, 3(1), 63–80.

Assidqi, K., & Tjahjaningsih, W. (2012). Potensi ekstrak daun patikan kebo (Euphorbia hirta). Jurnal Biosains, 1(2),

–124.

Badan Pusat Statistik. (2019). Kecamatan Kulisusu Barat Dalam Angka. BPS Kabupaten Buton Utara.

Badan Pusat Statistik. (2019). Kecamatan Kulisusu Dalam Angka. BPS Kabupaten Buton Utara.

Badan Pusat Statistik. (2019). Kecamatan Kulisusu Utara Dalam Angka. BPS Kabupaten Buton Utara.

Badan Pusat Statistik. (2020). Statistik Kabupaten Buton Utara 2020. Badan Pusat Statistik.

Bhasin, V. (2007). Medical anthropology: A review. Ethno-Med, 1(1), 1–20.

Departemen Kesehatan RI. (1983). Pemanfaatan tanaman obat. Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan.

Falyauma, N., Syarifuddin, A., & Hidayat, I. W. (2022). Kajian etnomedisin dan pemanfaatan tanaman obat pada desa

terpilih Kecamatan Secang Kabupaten Magelang. Jurnal Farmasi Klinik Dan Sains, 2(1), 74.

https://doi.org/10.26753/jfks.v2i1.760

Kasmawati, H., Ihsan, S., & Suprianti, R. (2019). Kajian etnomedisin tumbuhan obat tradisional suku Muna Desa Oe

Nsuli Kecamatan Kabangka Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara. Pharmauho, 5(1), 5–8.

https://doi.org/10.33772/pharmauho.v5i1.8997

Kristiyanto, J., Mamosey, W. E., & Damis, M. (2020). Budaya pengobatan etnomedisin di Desa Porelea Kecamatan

Pipikoro Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Jurnal Holistik, 13(1), 1–15.

Lestari, et al. (2019). Kajian etnobotani tumbuhan obat dan cara pengolahannya. Jurnal Biologi Tropis, 19(2), 214–225.

Maharani, D. A., Prayogo, H., & Dirhamsyah, M. (2021). Etnozoologi masyarakat Dayak Banyadu untuk obat-obatan

di Desa Engkadu Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak. Jurnal Hutan Lestari, 9(1), 135–144.

Mustapa, K., Rizky, A., & Jura, M. R. (2017). Pengaruh ekstrak tanaman putri malu (Mimosa pudica Linn) terhadap

penurunan kadar glukosa darah pada mencit (Mus musculus). Jurnal Akademika Kimia, 6(1), 7.

Nursalam. (2011). Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan. Salemba Medika.

Permana, M. G., Asih, I. S., Ambaroh, J., & Safitri, N. A. (2022). Kajian etnomedisin tanaman obat Indonesia. Jurnal

Pembelajaran Biologi, 9(2), 92–98.

Purwitasari, H. (2017). Efek antipiretik kombinasi ekstrak daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata L.) dan ekstrak daun

tembelekan (Lantana camara L.). Jurnal Farmasi, 3, 43–48.

Putra, A. D., Rijal, S., Wello, E. A., Yuniarti, L., & Murfat, Z. (2022). Pengaruh ekstrak kunyit terhadap kadar pH

lambung tikus yang di induksi etanol absolut. Fakumi Medical Journal, 2(10), 711–717.

https://doi.org/10.33096/fmj.v2i10.131

Romadhonsyah, F., Puspitasari, P. D., Harimurti, S. M., & Nugraha, A. T. (2023). Studi etnomedisin pada masyarakat

di Kampung Demi, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 8(2), 286–296.

Santoso, J. (2017). Efektivitas infusa rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.) sebagai gastroprotektor pada tikus

dengan model tukak lambung. Jurnal Permata Indonesia, 8(1), 34–44.

Saputri, D. A., Millah, A. U., Winandari, O. P., Pawhestri, S. W., & Baika, F. D. (2022). Etnomedisin pada pengobatan

tradisional masyarakat suku Jawa di Kecamatan Buay Madang Timur Kabupaten OKU Timur Sumatera Selatan.

Jurnal Medika Malahayati, 6(1), 265–275.

Saranani, et al. (2021). Kajian etnomedisin tumbuhan obat di Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Farmasi Universitas

Halu Oleo, 8(2), 30–42.

Satyaningtijas, A. S., et al. (2023). Potensi daun kumis kucing dalam meningkatkan hematopoiesis pada kondisi

kerusakan ginjal. Jurnal Biologi Terapan, 11(3), 189–195.

Silalahi, M., Nisyawati, N., Walujo, E. B., & Mustaqim, W. (2018). Ethnomedicine of medicinal plants by Batak

Phakpak subethnic in the Surung Mersada Village, Phakpak Bharat District, North Sumatera. Jurnal Ilmu Dasar,

(2), 77. https://doi.org/10.19184/jid.v19i2.7017

Sugiyono. (2007). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sumayyah, S., & Salsabila, N. (2017). Khasiat obat tradisional. Majalah Farmasetika, 2(5), 2003–2006.

Supriani, Sari, W. Y., & Ramadhan, M. F. (2022). Studi etnomedisin tumbuhan berkhasiat obat pada masyarakat Desa

Karangjengkol di masa pandemi Covid-19. Jurnal Farmasetis, 11(3), 189–194.

Suwardi, A. B., Navia, Z. I., Harmawan, T., Syamsuardi, & Mukhtar, E. (2020). Ethnobotany and conservation of

indigenous edible fruit plants in south Aceh, Indonesia. Biodiversitas, 21(5), 1850–1860.

https://doi.org/10.13057/biodiv/d210511

Swastini, N. (2021). Efektivitas daun sirsak (Annona muricata Linn) terhadap penurunan tekanan darah pada hipertensi.

Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(2), 413–415. https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i2.618

Syamsuri, S., Hafsah, H., & Alang, H. (2023). Nilai ekonomi tumbuhan (kajian etnomedisin) oleh masyarakat adat

Mandar di Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar. Bio-Lectura, 10(1), 1–10.

https://doi.org/10.31849/bl.v10i1.12662

Tahoangako, S. S., Santosa, D., & Fakhrudin, N. (2023). Kajian pemanfaatan tumbuhan obat oleh masyarakat Desa

Uelawu Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara. Jurnal Biologi Tropis, 19(3), 441–448.

Tan, A. Y., Syamsiah, & Hiola, S. F. (2022). Etnobotani tumbuhan obat masyarakat etnis Buton di Kota Baubau,

Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Biotek, 10(1), 1–35.

Wijaya, G. A., Nurjannah, N., Rezeki, J. T. S., Fijannah, R. R., & Navia, Z. I. (2023). Investigasi etnomedisin pada

masyarakat Desa Blang Pase, Kota Langsa, Aceh. Jurnal Jeumpa, 10(1), 127–137.

https://doi.org/10.33059/jj.v10i1.6690

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Rasyid, F., Andiska, L., Ifaya, M., & Rosdarni, R. (2026). Ethnomedicine of Traditional Medicinal Plants in Several Sub-Districts of North Buton Regency, Southeast Sulawesi, Indonesia. International Journal of Management and Education in Human Development, 6(02), 1887–1894. Retrieved from https://ijmehd.com/index.php/ijmehd/article/view/373

Issue

Section

Articles